Bagi pasangan muda dan pencari rumah pertama (first-time homebuyers), koridor selatan Jakarta selalu menjadi target utama pencarian hunian. Tiga wilayah yang paling kerap diperbandingkan dalam radar pencarian adalah Tangerang Selatan (Tangsel), Depok, dan Parung (Bogor).
Ketiganya menawarkan daya tarik masing-masing. Namun, dengan bujet yang sering kali terbatas di angka Rp700 Juta hingga Rp1,2 Miliar, tantangan terbesarnya adalah menemukan value for money terbaik: mendapatkan ukuran tanah yang lega, lingkungan yang asri, serta fasilitas yang mendukung tumbuh kembang keluarga tanpa harus menguras seluruh tabungan.
Berikut perbandingan objektif antara membeli rumah di Parung, Depok, dan Tangsel dari segi harga, dimensi bangunan/tanah, serta fasilitas pendukung.
Baca juga

Update Stok & Siteplan GDC Parung
1. Perbandingan Harga & Daya Beli (Entry Price)
Harga tanah menjadi pembeda paling mencolok di ketiga wilayah ini:
- Tangerang Selatan (BSD, Bintaro, Pamulang): Nilai tanah yang sudah sangat matang membuat harga rumah tapak baru di Tangsel rata-rata dibanderol mulai dari Rp1,4 Miliar hingga di atas Rp2,5 Miliar untuk ukuran kompak.
- Depok (Margonda, Sawangan, Cinere): Di koridor Sawangan dan Depok bagian dalam, perumahan cluster baru umumnya berada di kisaran Rp900 Juta hingga Rp1,6 Miliar.
- Parung (Koridor Selatan Jakarta): Kawasan berkembang ini menawarkan paling rasional. Anda masih bisa mendapatkan rumah tapak berdesain modern di dalam terpadu mulai dari , lengkap dengan promo suku bunga ringan dan subsidi pengembang.







